Ketua PC GP Ansor Kudus Sarmanto saat menyerahkan Sang Saka Merah Putih kepada Wakil Bupati Kudus Hartopo di Halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (18/10/2018).

Ansorjateng.net, Kudus – Kirab Satu Negeri sampai di Kabupaten Kudus, Kamis (18/10/2018). Rombongan yang membawa 17 pataka Sang Saka Merah Putih dikawal oleh sejumlah anggota Banser dan Ansor. Tak lupa, rombongan pengendara trail dan motor gede juga terlibat dalam jalannya kirab.

Sesampai di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, mereka membentuk barisan guna apel yang dipimpin oleh Ketua PC GP Ansor Kudus, Sarmanto. Dalam apel tersebut Wakil Bupati Kudus Hartopo bertindak sebagai pembina.

Dalam sambutannya, Hartopo mengatakan, bahwa Kirab Satu Negeri dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan sesama bangsa.

“Kami sangat menyambut baik, kami berharap kirab ini dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” kata Hartopo.

Tak hanya itu, dirinya juga menganggap bahwa fungsi agama sangat penting untuk disebarkan, “Pesan moral dari fungsi agama juga harus selalu diutamakan yaitu sebagai sumber kedamaian,” imbuhnya.

Bahkan, lanjutnya, Indonesia dapat menjadi inspirator untuk dunia dalam hal pluralisme, “Kirab ini bisa juga dijadikan bangsa Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa kita berkehidupan majemuk tapi dapat menjaga kedamaian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kudus Sarmanto dalam laporannya saat apel, bahwa tujuan kirab adalah upaya merekatkan elemen bangsa yang sejatinya merupakan keluarga.

Selain itu, lanjutnya, kirab ini ditujukan untuk mencegah segala bentuk ancaman radikalisme, “Kami siap melawan gerakan radikalisme dan kami akan melawan. Jangan sampai ada yang merongrong NKRI,” tutupnya.

Pada kesempatan itu, H. Sarmanto juga melaporkan dana hasil donasi untuk korban bencana melalui Pengurus Cabang GP Ansor Kudus. Untuk korban bencana Lombok terkumpul dana sebesar Rp. 259.312.000 dan untuk korban bencana Palu, Donggala dan Sigi hingga hari ini terkumpul dana sebesar Rp. 80.203.000.

Diketahui, Kirab Satu Negeri dimulai dari lima zona di seluruh Indonesia, yakni zona Sabang Provinsi Aceh, zona Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, zona Pulau Miangas Provinsi Sulawesi Utara, Pulau Rote NTT, dan Merauke Provinsi Papua. Rencananya Kirab dari lima zona tersebut akan berakhir di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 26 Oktober 2018 mendatang. (rif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini