Beranda / Ansor / Usai Dibawa Ziarah ke Makam Sunan Kalijaga, 17 Pataka Zona Rote Kini Masuk Kota Semarang

Usai Dibawa Ziarah ke Makam Sunan Kalijaga, 17 Pataka Zona Rote Kini Masuk Kota Semarang

Prosesi serahterima pataka dilakukan oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Demak Nurul Muttaqin pada Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Saeful Bahri, disaksikan Sekretaris PW GP Ansor Jateng, Fahsin M Faal.

 

Demak, Ansorjateng.net – Tim Kirab Satu negeri (KSN) zona Rote, telah tiba di ujung barat Kabupaten Demak atau di Kecamatan Mranggen. Pataka Merah Putih, disinggahkan di kantor MWC NU Kecamatan Mranggen, Jumat (19/10/2018).

Sebelumnya, pataka juga dibawa berziarah ke makam Sultan Islam pertama di tanah Jawa, yakni Sultan Fatah Demak. Kemudian dibawa berziarah ke makam Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak.

Pada saat berziarah ke makam Sunan Kalijaga, rombongan tim KSN dan personel Banser pembawa 17 Pataka mendapat sambutan spesial, sebab diperkenankan masuk ke dalam cungkup makam yang memang hanya dibuka di hari tertentu dan momentum khusus.

Seusai melantunkan tahlil di makam, tim KSN melanjutkan perjalanan menuju Ponpes Kyai Gading Candisari Mranggen Demak, untuk melaksanakan sholat Ashar. Kemudian berlanjut menuju Kantor MWC NU Mranggen.

Prosesi serahterima pataka dilakukan oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Demak Nurul Muttaqin pada Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Saeful Bahri, disaksikan Sekretaris PW GP Ansor Jateng, Fahsin M Faal.

Selanjutnya, KSN 17 pataka dikirab menuju ibukota Provinsi Jawa Tengah yakni Kota Semarang.

Di Kota Semarang, KSN akan berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat. Dan pada Sabtu (20/10/2018) pagi akan dilakukan apel Ansor-Banser di balaikota Semarang, dan malam harinya digelar resepsi KSN Jateng di Halaman Kantor Gubernur Jateng.

Pada resepsi bertajuk Doa Satu Negeri, akan dihadiri Pengasuh Ponpes Girikusumo Mranggen Demak KH Munif Zuhri, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kyai Budi Harjono, serta sejumlah budayawan.

Pada kesempatan prosesi serahterima pataka, Fahsin mengingatkan kembali bahwa 17 pataka tersebut secara estafet dibawa oleh kader-kader Banser dari titik terluar Indonesia yakni Rote.

Pada KSN ini, GP Ansor berkomitmen tidak mengibarkan bendera panji-panji Ansor maupun Nahdlatul Ulama. Bendera yang dibawa adalah Merah Putih.

“Ini sebagai wujud kita ‘nggetih’ untuk NKRI. Islam yang kita yakini telah menyatu dalam sanubari kita, tapi ke-Indonesiaan yang kini mulai tergerus oleh kondisi zaman, kita bangkitkan lagi, Ansor jadi penyemangat untuk terus tegaknya NKRI,” tegasnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut baik KSN di wilayahnya. Menurutnya, KSN memperkuat persatuan dan kesatuan anak bangsa.

“Sepanjang kita guyub tidak akan ada yang mampu mengalahkan Indonesia sepajang rukun dan bersatu maka Indonesia akan menjadi negara yang hebat dan jaya,” ungkapnya.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan GP Ansor berupa KSN yang membawa 17 pataka di berbagai kota di Indonesia. Tentu saja menjadi kehormatan buat Kota Semarang karena KSN melewati Kota Semarang dua kali, 5 Oktober dan 19 Oktober 2018,” tegasnya.(Huda)

 

Tentang Ansor Jateng

Baca Juga

10 November, Resolusi Jihad NU dan Perang Empat Hari di Surabaya

      Oleh K Ng H Agus Sunyoto Pada 73 tahun silam, tepatnya tanggal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *