Presiden RI Joko Widodo saat hadi dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Hari Pahlawan yang diadakan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor di Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (22/11/18) malam. (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

 

Pekalongan, Ansorjateng.net – Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo mengapresiasi langkah dan komitmen GP Ansor dalam menjaga Indonesia.

Presiden juga mengajak agar komitmen itu terus dilakukan dengan terus menebar pemahaman mengenai Islam yang ramah dan menyatukan.

Hal itu Ia sampaikan dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Hari Pahlawan yang diadakan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor di Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (22/11/18) malam.

“GP Ansor itu lah semangat asli Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Presiden, langkah GP Ansor terlihat secara nyata dalam tiga hal utama. Yaitu, pertama, GP Ansor selalu di garis depan menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Kedua, GP Ansor memiliki komitmen untuk menjaga Indonesia dari ancaman terorisme dan sparatisme. Ketiga, GP. Ansor memiliki ketulusan sebagai pejuang Islam yang ramah dan mengajak pada persatuan dan kesatuan.

“Pancasila adalah ideologi bangsa yang tidak boleh diganti dengan ideologi import,” tegas mantan Wali Kota Solo ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima salahsatu pataka yang dikirab dalam Kirab Satu Negeri (KSN) GP Ansor dari Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Hari Pahlawan yang diadakan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor di Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (22/11/18) malam.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima salahsatu pataka yang dikirab dalam Kirab Satu Negeri (KSN) GP Ansor dari Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Hari Pahlawan yang diadakan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor di Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (22/11/18) malam.

 

Selanjutnya, Presiden juga mengajak kepada masyarakat untuk dengan sungguh-sungguh memahami Islam dan Indonesia.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik yang diutus sebagai rahmat untuk alam semesta. Untuk itu, semangat yang harusnya dipetik adalah kasih sayangnya yang begitu besar sehingga bisa menyatukan umat manusia.

“GP Ansor istiqomah menjaga Indonesia dan membimbing jamaah yang memiliki semangat hijrah. (Yaitu) hijrah dari sifat pemarah penuh kegaduhan menuju sifat yang penuh kerukunan,” terangnya.

“Setuju tidak?” tanya Presiden Joko Widodo kepada 100.000 kader Ansor-Banser dan diulangi sampai tiga kali.

Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor, H. Yaqut Cholil Qoumas, mengungkapkan untuk terus istiqomah menjaga Indonesia sebagai negara yang telah disepakati oleh para ulama dan pendiri bangsa sebagai rumah bersama.

“Pancasila sudah final. Pesan rahmah itu pula yang melatarbelakangi para ulama untuk menyepakati Indonesia sebagai rumah bersama,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Sekjend PBNU Helmy Faisal, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin.

Kemudian Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjend TNI Wuryanto, Rais Syuriah PWNU KH Ubaidillah Shodaqoh, Bupati Pekalongan Asif Kholbihi, Bupati Batang Wihaji, seluruh jajaran pengurus PP Gp Ansor, pengurus PW GP Ansor Jateng, para Kiai, serta ratusan ribu kader Ansor Banser di Jateng dan sekitarnya.

(Sugi/Hud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here