Wonosobo, Ansorjateng.net– Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PP GP Ansor Gus Aunulloh A’la Habib mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan provokasi semangat anti Pancasila.

Menurut dia, para pendiri bangsa, termasuk sesepuh Nahdlatul Ulama yang adai di dalamnya sepakat menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila tak sebatas sebagai asas tunggal bernegara, namun sila-silanya perlu diamalkan oleh seluruh elemen masyarakat.

“Nilai nilai Pancasila ini perlu dijaga, diamalkan, terlebih bagi kader Ansor Banser di kota santri Wonosobo ini,” tegas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PP GP Ansor Gus Aunulloh A’la Habib, saat Seminar Nasional bertemakan ‘Menjaga NKRI dalam bingkai Pancasila’ yang dihelat di Ponpes Al Mubaarok, Manggisan, Wonosobo, Jawa Tengah, belum lama ini.

Ia menegaskan, bahwa Indonesia mempunyai bahasa yang berbeda dengan negara lain. Berbeda kultur,  berbeda geografisnya,  beda budayanya.  Oleh sebab itu, katanya, jangan paksa negara tercinta ini untuk meniru cara cara negara lain.

“Soal Pancasila sebagai dasar negara  juga sudah cukup bukti,  bahwa dengan dasar Negara Pancasila, Indonesia mampu tampil  menjadi negara yang bersatu. Menjadi negara dengan muslim mayoritas namun ramah akan perbedaan. Berbeda dengan negara lain yang setiap harinya dirundung konflik berkepanjangan,” kata Gus Aun.

Gus Aun sapaan akrabnya,  mengapresiasi langkah PC Ansor Wonosobo yang belakangan ini mengawal Perda Hiburan di Wonosobo.  Menurut Gus Aun, mengawal Perda Hiburan merupakan salah satu wujud konkrit dari pengejawentahan Pancasila dalam perspektif organisasi.

“Ya (demo soal Perda Hiburan) itu bagian dari rasa cintanya kader Ansor Banser kepada Wonosobo. Kepada Indonesia, kalau cinta harus diupayakan, diusahakan agar Wonosobo ke depan makin baik,” pungkasnya. (NUOnline/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here