Semarang, Ansorjateng.net – Minat untuk belajar di Pondok Pesantren sangat diminati oleh masyakarat. Hal itu terlihat misalnya di Pondok Pesantren Durrotu Aswaja (PPDA) Banaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pondok pesantren di ujung selatan Kota Semarang itu terus memperluas bangunan untuk menampung antusiasme mereka yang ingin belajar agama secara lebih mendalam.

Pengasuh PPDA Kiai Agus Ramadhan, menjelaskan, jika santri saat ini mencapai 500 orang. Sebagian santri juga sedang mengikuti bangku kuliah di kampus, sebagian lain ingin mendalami ilmu agama Islam.

Pembangunan pesantren dilakukan secara bertahap dengan pendanaan secara mandiri, bantuan dari santri yakni infaq pembangunan santri masuk, alumni, dan usaha pesantren atau koperasi.

“Saat ini kami sedang membangun lantai empat,” ujarnya, Minggu (9/12/2018).

“Sejauh ini pesantren tidak pernah mengajukan proposal bantuan maupun menerima bantuan pemerintah,” tambahnya.

Lurah pondok pesantren putra, Mohammad Fika Al Muzabbib menambahkan, jumlah santri jenis kelamin putra berjumlah 200 orang. Minat para mahasiswa untuk mendalami ilmu agaa di pesantren terus meningkat, dibanding santri yang lulus atau keluar.

Ia memprediksi jika pesantren ini masih akan diminati mereka yang ingin mendalami ilmu agama Islam.

“Santri yang masuk hampir itu 150 orang dan 15 hingga 20 orang santri keluar di tiap tahunnya,” ujar mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Asing di Unnes ini.

Para santri sendiri di pesantren melakukan pendalaman agama beragam. Ada yang meminati hafalan al- Qur’an sejak masuk. Jika sudah memilih hafalan, maka santri harus menyelsaikan sampai 30 juz.

Pesantren ini terus berkembang, meski dengan fasilitas yang amat terbatas. Ruang kamar santri, tempat mandi, dan air menjadi persoalan yang terus membayangi perkembangan pesantren itu. (nujateng/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here