Magelang – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin atau Gus Yasin, mengajak pada Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Jawa Tengah, untuk berjuang dan berjihad melawan peredaran narkoba.

Hal itu disampaikan Gus Yasin, saat hadir pada pembukaan Seminar Nasional bertajuk Rehabilitasi Korban dan Pecandu Napza Menuju Indonesia Sehat, Jawa Tengah Hebat Tanpa Narkoba, oleh Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) PW GP Ansor Jateng, di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Senin (10/12/2018).

Gus Yasin yang hadir mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mengungkapkan, bahwa sudah saatnya sekarang menyatukan kata dengan perbuatan. Termasuk mengampanyekan jargon “Anak Muda Enggak Pakai Narkoba Itu Keren”.

“Kami mengajak pada GP Ansor, kita kibarkan jihad melawan narkoba, menyelamatkan bangsa dari jeratan narkoba. Sebab karena narkoba bangsa jadi tidak berdaya, anak muda terlena dengan tipudaya, akan mati sia-sia,” tegasnya.

Ia juga menyebut, dari data BNN, Jawa Tengah pada tahun 2017 pengguna narkoba terhitung masih sangat tinggi, angkanya mencapai 300 ribu jiwa. Mereka tak hanya usia dewasa, namun juga anak-anak.

“Malahan hampir 27 persen penggunanya adalah kalangan pelajar dan mahasiswa, maka ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Upaya kongkret yang dapat dilakukan, lanjutnya, adalah dengan  menggencarkan sosialisasi pencegahan penggunaan dan peredaran narkotika melalui para guru ngaji. Mereka dapat menyampaikannya ke para murid-muridnya yang masih anak-anak.

Selain itu, Gus Yasin juga mengingatkan pada para orangtua dan guru, untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya. Bukan bermaksud membatasi ruang gerak, namun untuk antisipasi agar tidak salah pergaulan.

“Sibukan mereka dengan kegiatan-kegiatan positif, misalnya kesenian ataupun berorganisasi,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi upaya yang dilakukan GP Ansor Jateng menggelar kegiatan ini.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengatakan, pihaknya juga menyambut baik adanya kegiatan gerakan anti narkoba oleh GP Ansor Jateng.

“Saya waktu diberi surat pinjaman tempat, saya langsung setujui. Sebab narkoba adalah musuh bersama,” katanya.

Sigit mengungkapkan, bahwa di Kota Magelang, ada beberapa wilayah di tingkat RW yang sudah mengikrarkan sebagai kampung bebas narkoba dan minuman keras.

“Bahkan, beberapa hari lalu, saya mencanangkan salah satu RW, untuk komitmen melaporkan jika menemukan peredaran narkoba,” tegasnya.

Pada seminar ini, hadir pula sebagai narasumber antaralain, Kepala BNNP Jateng Brigjend Pol Muhammad Nur, Direktur RSKPN Kemensos RI Wakito Budi Kusumo, aktivis anti narkoba yang juga vokalis band Govinda yakni Muhammad Irfan Hadari atau Ifan Govinda, Ketua PW GP Ansor Jateng Sholahuddin Aly.

Ketua PW GP Ansor Jateng Sholahuddin Aly mengatakan, tidak ada kata lain pada narkoba selain lawan. Sebab efeknya sangat berbahaya di untuk generasi masa mendatang.

“Maka Ansor telah membentuk badan khusus yaitu Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR), dalam rangka agar generasi muda bisa diselamatkan dan dijaga sehingga Indonesia punya optimism,” tegasnya.

Kepala BAANAR Jateng, Taufik Hidayat menambahkan, saat ini di Jateng telah dibentuk 17 kepengurusan BAANAR tingkat kabupaten. Ke depan, seluruh kabupaten dan kota di jateng akan dibentuk kepengurusan hingga tingkat kecamatan.

Ia juga menyebut, sebelumnya, telah digelar kegiatan senam sehat anti narkoba dan deklarasi melawan peredaran narkoba yang digelar Minggu (9/12/2018) di Kota Magelang, diikuti sekitar 500 peserta.

Kemudian pada Senin (10/12/2018) malam, digelar Jateng Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Alun-alun Kota Magelang.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here