Ansorjateng.net, Semarang – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang bereaksi atas tindak maraknya hinaan dan ujaran kebencian yang diarahkan pada Ketua Takmir Masjid Kauman Semarang KH Hanief Ismail LC, oleh pihak-pihak tertentu.

KH Hanief Ismail merupakan Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang.

Maraknya ujaran kebencian tersebut dampak ketegasan pihak takmir atas adanya upaya politisasi oleh pihak tertentu terhadap rencana kedatangan salah satu calon presiden RI ke Masjid Kauman Semarang  atau Masjid Agung Semarang (MAS) maupun Masjid Besar Semarang (MBS), untuk solat Jumat.

Menurut KH Hanief Ismail, pihak takmir tidak menolak kedatangan capres beserta pengikutnya. Namun keberatas adanya upaya politisasi masjid, berupa pemasangan pamphlet dan spanduk-spanduk di sekitar masjid.

“Selama ini, kami sangat tegas pada spanduk-spanduk di sekitar masjid. Spanduk iklan perusahaan atau apapun saja selama ini kami sikapi tegas, dan melarang. Apalagi ini berkaitan dengan politik,” katanya.

Sementara yang terjadi di media sosial, digoreng oleh pihak tertentu. Framming yang dibangun, seolah-olah takmir Masjid Kauman Semarang, menolak orang yang akan melaksanakan ibadah solat Jumat. Kemudian melontarkan ujaran kebencian menghina KH Hanief Islamil LC.

Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Syaiful Bahri, mengungkapkan, pihak-pihak yang tak bertanggung jawab tersebut sebenarnya orang yang tidak paham Islam.

“Mereka yang mengolok-olok Kiai Hanief itu orang yang tidak paham Islam. Kalau mereka paham Islam tentu akan tahu diri, dan bisa menjaga marwah Kiai,” kata Syaiful, Sabtu (16/2/2019).

Pria yang merupakan alumnus Madrasah Aliyah Futuhiyyah-1 Mranggen Demak ini menegaskan, beredarnya ujaran kebencian yang ada di media sosial tersebut terbilang keji dan jauh dari nurani manusia yang berakal sehat.

“Ujaran kebencian ini tindakan yang keji, tak manusiawi. Orang yang berakal sehat dan memiliki nurani pasti tak akan melakukan hal demikian,” tegasnya.

Atas adanya kasus ujaran kebencian yang dialamatkan pada KH Hanief Ismail LC, pihaknya sudah mengambil tindakan melalui Tim Ansor Cyber Kota Semarang.

“Tim kami masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus ujaran kebencian yang dialamatkan pada Abah (Kiai Hanief) untuk bisa ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” kata Ketua Ansor Cyber Kota Semarang, Dimas Bagus Pamungkas.

Sebelumnya, beredar surat instruksi dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Semarang untuk mengarahkan kader-kadernya baik laki-laki maupun perempuan untuk mengikuti Shalat Jumat bersama Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subiyanto di Masjid Kauman Semarang.

Selain surat instruksi yang ditujukan untuk seluruh pengurus DPC Gerindra, calon legislatif, kader, dan simpatisan, beredar pula edaran yang disebar di berbagai media sosial. Hal ini yang menjadikan keberatan Takmir Masjid Kauman Semarang.

Masjid Kauman Semarang merupakan masjid bersejarah di Kota Semarang dan selalu ramai oleh jama’ah. Karena itu, tidak membutuhkan adanya instruksi untuk mengisi shaf (barisan shalat) Jum’at.

“Masjid Kauman tu setiap Jum’at shafnya penuh. Jadi tidak perlu menggunakan surat instruksi untuk mengisi shaf hanya karena adanya Capres,” tukas Dimas.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here