Ansorjateng.net – Gerakan Pemuda (GP) Ansor menunggu realisasi pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang akan menyampaikan permintaan maaf pada Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang Jawa Tengah KH Maimoen Zubair, mengenai puisi yang dinilai mengandung unsur penghinaan.

Saat diminta komentar oleh sejumlah wartawan, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah H Sholahuddin Aly mengungkapkan, para santri menunggu realisasi wacana Fadli Zon yang akan menyampaikan permintaan maaf secara langsung pada Mbah Maimoen, seperti yang disampaikannya melalui media sosial.

“Kita menagih realisasinya, untuk mengakhiri gejolak di kalangan teman-teman santri. Lebih cepat lebih baik,” tegasnya di kantor PW GP Ansor Jawa Tengah, Kamis (21/2/2019).

Ketua PW GP Ansor Jateng, H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah

Menurutnya, pernyataan Fadli Zon yang akan meminta maaf dan disampaikan melalui akun Twitternya, memang sedikit meredakan. Kini, santri masih menunggu langkah konkritnya.

Gus Sholah juga menegaskan, sebenarnya banyak sahabat-sahabat Banser yang minta izin untuk turun ke jalan menggelar aksi secara massif. Namun, pihaknya masih melakukan pencegahan.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly atau Gus Sholah saat hadir pada apel Banser di Alun-alun Masjid Agung Demak, Minggu (16/12/2018)

“Banyak teman-teman izin ingin turun tapi saya cegah dulu. Ada permintaan dari keluarga untuk menahan juga. Saya kira wajar ketika santri bereaksi saat Kiainya dihina,” tegasnya.

Di sisi lain, GP Ansor Jateng masih mempertimbangkan mengenai aspek kepantasan maupun nilai strategisnya, maka sementara ditahan.

“Kami menganggap permintaan maaf melalui media sosial masih belum cukup. Sebagai manusia yang berakhlak, alangkah baiknya dan sepantasnya datang bersilaturahmi secara langsung ke Mbah Maimoen untuk mengakhiri polemik puisi itu,” ungkapnya.

KH Maimoen Zubair /Net

Gus Sholah juga mengungkapkan, sebelumnya PBNU telah menyampaikan bahwa akan membawa persoalan ini ke ranah hukum jika Fadli Zon tak segera minta maaf. Terkait hal itu, GP Ansor akan mengawal apapun keputusan yang diambil oleh para Kiai.

“Saya kira, persoalan ini akan selesai jika Fadli Zon minta maaf. Sebab masih banyak persoalan lain di bangsa ini yang butuh perhatian dibanding puisi tersebut,” ujarnya.

Diungkapkannya, tradisi minta maaf dan memaafkan serta silaturahmi sangat baik. Diharapkan, Fadli Zon sebagai pejabat negara di lembaga yang terhormat, tentu sudah memahami mengenai etika.(GP Ansor Jateng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini