ANSORJATENG.NET, WONOSOBO – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta seluruh kader Ansor dan Banser turut membantu aparat menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 17 April mendatang.

Menurut Yaqut, dalam 10- 20 hari ke depan diperkirakan bakal mendapati banyak tantangan dan gangguan, dari kelompok pihak yang mencoba mengintimidasi, menakut-nakuti masyarakat, agar nanti mereka tidak datang ke TPS agar golput.

“Tugas kita sebagai Banser ikut membantu aparat menjaga TPS memberi rasa aman pada masyarakat. Bagi yang tidak bertugas, PP GP Ansor beberapa hari yang lalu mendeklarasi Rabu Putih. Pada tanggal 17 April 2019 untuk menghormati Kiai kita, sahabat-sahabat yang tidak bertugas mari datang ke TPS memakai baju putih yang kita miliki, sarung putih. Kita putihkan semua, putihkan Wonosobo, putihkan Jateng, putihkan Indonesia. Ini penghormatan pada kiai kita,” tandas Gus Yaqut, sapaan akrabnya di depan ribuan Banser dalam acara Harlah NU ke-96 dan Haul Akbar 113 KH. R. Abdul Fatah, di Alun-alun Wonosobo, Rabu (27/3/2019).

Dalam kesempatan yang dihadiri Kiai Ma’ruf Amin dan jajaran pimpinan GP Ansor, Gus Yaqut juga mengatakan, Ansor dan Banser harus memiliki 4 karakter kepemudaan.

Ansor dan Banser, kata dia, harus berwatak muda, tidak boleh loyo, tidak boleh mundur apa pun tantangan yang ada di depan, dan harus punya cita-cita besar.

“Cita-cita besar itu adalah menyaksikan NKRI ini menjadi lebih baik, maju dan sejahtera sebagai warisan anak-anak cucu kita. Cita-cita besar itu memerlukan syarat. Apa itu? Tidak boleh jadi pengecut. Pengecut itu kader yang mau menjual cita-citanya untuk kepentingan sesaat,” jelasnya.

Karakter kedua, sebut Gus Yaqut, adalah karakter keislaman, yaitu memegang teguh Aswaja Anahdliyah, bukan Islam yang sedikit-sedikit menganggap musuh sesama muslim. Karena, lanjut dia, di luar sana ada kelompok-kelompok Islam yang mengklaim paling benar, di mana yang tidak sama salah, kafir, thoghut.

“Kita tidak boleh diam, karena mengkafirkan, menyalahkan itu hanya sasaran antara. Finalnya adalah mengganti sistem negara ini,” kata seru Gus Yaqut.

Selanjutnya dikatakan, kader harus berkarakter kerakyatan, yaitu harus peduli dengan rakyat, membantu masyarakat, menolong sesama.

“Keempat adalah karakter kebangsaan, yaitu karakter yang tanpa reserve, karakter yang tanpa tanya lagi, kenapa kita harus mencintai negara ini. Karena NKRI didirikan salah satunya oleh para muassis NU. Jadi kalau jika di luar sana ada yang ingin mengganti negara ini dengan khilafah misalnya, kita harus berada di garda terdepan untuk mengusir mereka, tidak ada rasa takut, tidak akan mundur walaupun selangkah,” tegas Gus Yaqut.

Dia menjelaskan, para kiai telah memberi contoh bagaimana berjuang, harta, nyawa mereka berikan untuk negeri ini. Saat ini juga dicontohkan oleh Kiai Ma’ruf Amin yang dengan segala keterbatasannya merelakan dirinya menjadi garda terdepan mempertahankan, menjaga kedaulatan negeri ini.

“Saya perintahkan Banser untuk senantiasa berada di belakang Kiai kita, di belakang perjuangan Kiai kita. Jika Kiai Ma’ruf berani, maka kita yang muda-muda harus ada di belakang beliau untuk tegaknya NKRI. Maka kita dukung beliau,” tukasnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini