Ansorjateng.net, Semarang – Puluhan pengurus ranting dan PAC GP Ansor Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bersilaturahmi ke kantor Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Jalan Dr Cipto Kota Semarang, Sabtu (30/3/2019).

Pada kegiatan ini, rombongan diterima langsung oleh Kasatkorwil Banser Jawa Tengah Muchtar Makmun atau Naga Bonar.

Dalam rombongan, ternyata juga seorang pengurus GP Ansor yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Mrisi Tanggungharjo, yakni Ahmad Ismail.

Pada kesempatan tersebut, Naga Bonar memberikan uraian mengenai posisi Ansor-Banser dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Ia menegaskan, bahwa Nahdlatul Ulama memiliki saham terbesar memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Saat itu, banyak pejuang-pejuangan dari pemuda yang terdiri dari para santri berjuang mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

Indonesia berdiri 17 Agustus 1945, NU berdiri tahun 1926 dan Ansor-Banser berdiri tahun 1934. Pascakemerdekaan Indonesia, saat itu negara belum memiliki kekuatan pertahanan, namun situasi negara saat itu terancam adanya serangan dari Inggris.

Hadlrotus Syaikh KH Hasyim Asyari, mengeluarkan Reolusi Jihad yang kemudian dilaksanakan oleh para santri, dan berbagai elemen masyarakat.

“Saat itu, negara berdiri namun belum memiliki kekuatan pertahanan militer, kemudian pada 5 Oktober 1945 berdirilah Tentara Keamanan Rakyat (TKR/ cikal bakal TNI), yang isinya dari para santri, Ansor melalui Lasykar Hizbullah, dan lainnya,” ungkapnya.

Maka, jika ditengok dari aspek historis, Ansor-Banser merupakan kakak kandung TNI-Polri. Namun dalam hidup bernegara, Ansor-Banser mengambil sikap supaya tidak terlalu ‘sombong’, yaitu dengan memposisikan diri sebagai ‘adik’ TNI-Polri.

“Ini yang kemudian harus dipahami dan jaga sinergitas antara Ansor-Banser dengan TNI-Polri, tidak boleh merebut porsi masing-masing,” tadasnya.

“Jadi posisinya jelas, Ansor-Banser adalah komponen cadangan bangsa. Ketika TNI-Polri membutuhkan untuk menghadapi situasi yang genting di tengah permasalahan bangsa, maka Banser wajib turun,” tegas Naga Bonar.

Adapun, pada kegiatan silaturahmi ini merupakan rangkaian kegiatan ziarah Wali di Semarang, antaralain ziarah ke makam SYaikh Kramat Jati (Habib Al Hasan bin Yahya), Ki Ageng Pandanaran, Syaikh Sholeh Darat, Syaikh Jumadil Kubro, dilanjutkan silaturahmi ke GP Ansor Jateng dan PWNU Jateng.(Hud/Ansor Jateng)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini