ANSORJATENG.NET – Banyak hikmah yang dapat diambil oleh kaum muslimin dari momentum peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Salah satunya dari sikap Nabi Muhammad yang senantiasa menjaga kepentingan kemaslahatan umat manusia.

“Untuk mengenal Islam kita harus mengenal Nabi Muhammad SAW, untuk mengenal Muhammad kita juga harus mengenal sikap-sikapnya. Beliau senantiasa menjaga kemaslahatan masyarakat,” ungkap Wakil Sekjen Pengurus Pusat GP Ansor, KH Aunullah A’la Habib, saat mauidhoh hasanah Sekolah Vokasi Undip Bersholawat di Tembalang, Semarang, Selasa (2/4/2019) malam.

KH Aunullah yang akrab dipanggil Gus Aun menjelaskan, tanpa mengenal sikap Nabi Muhammad maka kaum muslim tidak akan mengenal Islam sesungguhnya.

Sala satunya, Nabi SAW tidak pernah mengolok-olok dan memusuhi sebuah kaum. Tapi seluruhnya beliau jadikan sebuah rahmat dari Allah, seperti perbedaan ini sebuah rahmat.

“Sehingga sikapnya selalu menjaga kebersamaan dan menjaga kemaslahatan seluruh umat. Maka jangan pernah bisa mengenal Islam kalau tidak mengenal sikap Nabi Muhammad. Kalau belum apa-apa sudah memojokan orang, atau membid’ahkan orang lain, saya yakin ia tidak pernah dapat mengenal Islam sesungguhnya,” ujarnya.

Di masa saat ini tidak sedikit pemuda bersemangat dalam beribadah, tetapi tidak tahu bagaimana belajar Islam dengan baik.

Yang terjadi, justeru memojokkan orang lain, membida’ahkan dan memerangi orang yang tidak sepaham dengannya.

Ini merupakan tanda-tanda orang yang tidak faham akan indahnya Islam sesunggunya.

“Mereka yang seperti ini tidak akan faham indahnya Islam, Islam rahmatan lil alamin. Maka kenallah sikap yang dicontohkan Nabi kita Muhammad SAW,” tegas Gus Aun dihadapan ribuan mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang.

Pada kegiatan ini, mahasiswa dan pengajar Undip yang hadir juga bersama-sama membaca sholawat Simtudduror.

Dosen Sekolah Vokasi Undip, Prof Dr Ir Budiyono, menyampaikan, kegiatan sholawatan ini kali pertama di Sekolah Vokasi Undip.

“Harapan kami kegiatan ini menjadikan kebaikan bagi mahasiswa dan pengajar. Doa dan sholawat bersama ini juga untuk menjalin kebersamaan dan silaturahmi mahasiswa,” katanya.

Pembina Pecinta Sholawatan Sekolah Vokasi Undip, Fahmi Arifan M.Eng menambabkan, sekolah vokasi ini kebetulan baru dua hingga tiga tahun berdiri.

“Sholawatan semacam ini memang perlu dikenalkan ke mahasiswa agar mental spiritual dan rohani mereka bagus makin dekat dengan Allah,” ujarnya didampingi Briyan Fahrur, mahasiswa yang juga panitia.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here