ANSORJATENG.NET, SEMARANG – Menyambut Harlah GP Ansor ke-84, Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Semarang menggelar kirab Merah Putih dan apel kebangsaan, di halaman Balaikota Semarang, Minggu (21/4/2019).

Rangkaian kegiatan menyanbut Harlah GP Ansor ini diawali dengan apel kebangsaan, yang diikuti ribuan anggota Ansor-Banser, serta masyarakat dari berbagai elemen.

Hadir pula mewakili Wali Kota Semarang yakni Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Kota Semarang Trijoto Sardjoko, perwakilan Polrestabes Semarang, serta jajaran Forkopimda Kota Semarang lainnya.

Kemudian juga dihadiri Ketua PP GP Ansor Korwil Jateng-DIY Mujiburrohman, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly, dan Ketua PW Fatayat Jawa Tengah Tazkiyatul Muthmainnah.

Penampilan Barongsai di sela kegiatan Kirab Bendera Merah Putih oleh Banser Satkorcab Kota Semarang dalam rangka Harlah GP Ansor ke-86 di Halaman Balai Kota Semarang, Minggu (21/4/2019). (TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR)

Sebagai upaya memeriahkan kegiatan, ditampilkan aksi kelompok kesenian Barongsai yang personelnya adalah para anggota Banser Kota Semarang.

Selanjutnya, dilaksanakan kirab merah putih dimulai dari Halaman Balaikota Semarang menuju Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Piere Tendean dan kembali ke Balaikota.

“Pembentangan bendera ini merupakan wujud komitmen Ansor dan Banser terhadap NKRI dan Pancasila, mulai dari zaman penjajahan hingga hari ini,” sebut Ketua GP Ansor Kota Semarang, Rahul Saiful Bahri, Minggu (21/4/2019).

Tak hanya diikuti anggota Ansor saja, kirab bendera merah putih tersebut juga melibatkan IPNU-IPPNU serta pelajar dari Lembaga Pendidikan Maarif NU, dan masyarakat lintas agama.

Anggota GP Ansor Kirab kirab bendera merah putih dalam rangka Harlah GP Ansor ke-86 di Halaman Balai Kota Semarang, Minggu (21/4/2019) (Tribun Jateng)

“Ini sebagai simbol kebersamaan dan keteguhan kita dalam menjaga keutuhan NKRI dan menolak berbagai paham radikalisme,” katanya.

Melalui kegiatan ini ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali bersatu setelah Pemilu 2019.

Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk menerima hasil Pemilu 2019 baik untuk eksekutif maupun legislatif. Serta memberi dukungan KPU untuk menyelesaikan seluruh tahapan Pemilu hingga tuntas.

“Mari bersama-sama menatap masa depan. Hal itu jauh lebih penting dari pada kita bertengkar, membuat berita hoaks, dan saling mengklaim. Yang terpenting saling menghormati, siapapun pemimpinnya kita beri kesempatan untuk bekerja,” tuturnya.

Emban dua amanah

Ketua PP GP Ansor Korwil Jateng-DIY Mujiburrohman mengungkapkan, 11 tahun sebelum Indonesia merdeka atau tahun 1934 banyak embrio organisasi pemuda di bawah naungan NU, yang merupakan cikal bakal berdirinya GP Ansor.

“Selama 85 tahun GP Ansor selalu memegang teguh dua amanah yang diembannya yaitu menjaga aqidah ahlussunnah wal jamaah Annahdliyah dan menjaga NKRI,” tegasnya.

Maka, setiap ada gangguan yang menyangkut dua amanah tersebut, GP Ansor pasti akan bereaksi keras. Hal itu semata dilakukan dalam rangka hidmah kepada negara yang didirikan oleh para Ulama beserta komponen bangsa lainnya.

Di era modern saat ini, ancaman terhadap kedaulatan bangsa semakin canggih, yang datang dari dalam maupun luar negeri. Hal ini menuntut GP Ansor untuk terus meningkatkan kemampuan keterampilan dan pengetahuan demi tetap tegaknya Aqidah Aswaja An-Nahdliyyah dan NKRI.

“Di usia ke 85 tahun GP Ansor sebagai organisasi pemuda yang memiliki anggota kurang lebih 5 juta orang yang tercatat secara administrasi, tentu memiliki program-program peningkatan kemampuan bagi pemuda Indonesia untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang,” ungkap Gus Mujib.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here