ANSORJATENG.NET, SEMARANG – Usia Gerakan Pemuda (GP) Ansor genap 85 tahun pada 24 April 2019 mendatang. Hingga hari ini, Ansor tetap bergerak sesuai tujuan organisasi.

Ketua PP GP Ansor Korwil Jateng-DIY Mujiburrohman mengungkapkan, 11 tahun sebelum Indonesia merdeka atau tahun 1934 banyak embrio organisasi pemuda di bawah naungan NU, yang merupakan cikal bakal berdirinya GP Ansor.

“Selama 85 tahun GP Ansor selalu memegang teguh dua amanah yang diembannya yaitu menjaga aqidah ahlussunnah wal jamaah Annahdliyah dan menjaga NKRI,” tegasnya dalam kegiatan kirab Merah Putih dan Apel Kebangsaan, dalam rangka menyambut Harlah GP Ansor ke-84 di halaman Balaikota Semarang, Minggu (21/4/2019).

Maka, setiap ada gangguan yang menyangkut dua amanah tersebut, GP Ansor pasti akan bereaksi keras. Hal itu semata dilakukan dalam rangka hidmah kepada negara yang didirikan oleh para Ulama beserta komponen bangsa lainnya.

Di era modern, ancaman terhadap kedaulatan bangsa semakin canggih, yang datang dari dalam maupun luar negeri. Hal ini menuntut GP Ansor untuk terus meningkatkan kemampuan keterampilan dan pengetahuan demi tetap tegaknya Aqidah Aswaja An-Nahdliyyah dan NKRI.

“Di usia ke 85 tahun GP Ansor sebagai organisasi pemuda yang memiliki anggota kurang lebih 5 juta orang yang tercatat secara administrasi, tentu memiliki program-program peningkatan kemampuan bagi pemuda Indonesia untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang,” ungkap Gus Mujib.

Pada kegiatan kirab Merah Putih dan Apel Kebangsaan, dalam rangka menyambut Harlah GP Ansor ke-84 yang digelar PC GP Ansor Kota Semarang ini, diikuti ribuan anggota Ansor-Banser, serta masyarakat dari berbagai elemen.

Selain Ketua PP GP Ansor Korwil Jateng-DIY Mujiburrohman, hadir pula Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly, dan Ketua PW Fatayat Jawa Tengah Tazkiyatul Muthmainnah.

Serta dihadiri jajaran Pemkot Semarang, mewakili Wali Kota Semarang yakni Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Kota Semarang Trijoto Sardjoko, perwakilan Polrestabes Semarang, serta jajaran Forkopimda Kota Semarang lainnya.

Sebagai upaya memeriahkan kegiatan, ditampilkan aksi kelompok kesenian Barongsai yang personelnya adalah para anggota Banser Kota Semarang.

Selanjutnya, dilaksanakan kirab merah putih dimulai dari Halaman Balaikota Semarang menuju Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Piere Tendean dan kembali ke Balaikota.

Ketua GP Ansor Kota Semarang, Rahul Saiful Bahri, mengungkapkan, pembentangan merah putih ini merupakan wujud komitmen Ansor dan Banser terhadap NKRI dan Pancasila, mulai dari zaman penjajahan hingga hari ini.

Tak hanya diikuti anggota Ansor saja, kirab bendera merah putih tersebut juga melibatkan IPNU-IPPNU serta pelajar dari Lembaga Pendidikan Maarif NU, dan masyarakat lintas agama.

“Ini sebagai simbol kebersamaan dan keteguhan kita dalam menjaga keutuhan NKRI dan menolak berbagai paham radikalisme,” katanya.

Melalui kegiatan ini ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali bersatu setelah Pemilu 2019.

Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk menerima hasil Pemilu 2019 baik untuk eksekutif maupun legislatif. Serta memberi dukungan KPU untuk menyelesaikan seluruh tahapan Pemilu hingga tuntas.

“Mari bersama-sama menatap masa depan. Hal itu jauh lebih penting dari pada kita bertengkar, membuat berita hoaks, dan saling mengklaim. Yang terpenting saling menghormati, siapapun pemimpinnya kita beri kesempatan untuk bekerja,” tuturnya.(Ansor Jateng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini