ANSORJATENG.NET, JAKARTA – Suasana haru menyeruak kala Maskhun Hidayat (48), anggota Banser jalan kaki ke Jakarta yang akhirnya bertemu Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, di kantor PP GP Ansor Jakarta, Minggu (21/7/2019) siang.

Maskhun Hidayat memeluk erat Gus Yaqut yang juga tak kuasa membendung air matanya.

Setelah beberapa saat momen haru tersebut berlangsung, Maskhun pun mengungkapkan kebahagiaannya dapat bertemu dengan Gus Yaqut, sapaan akrab Ketum GP Ansor, yang merupakan pimpinannya dalam berkiprah di Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Maskhun adalah anggota Banser di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Kemiring Ilir, Sumatera Selatan, yang bernadzar berjalan kaki menuju Jakarta jika Jokowi dan KH Ma’ruf Amin terpilih sebagai Presiden dan Wapres RI. Nadzar itu kini telah ia tunaikan.

“Nadzar ini sebagai ungkapan syukur atas terpilihnya Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wapres. Saya bahagia sudah dapat mewujudkannya. Semoga Presiden dan Wapres terpilih dapat mengayomi, melindungi semua golongan,” ungkapnya.

Sebelumnya, selain bernadzar berjalan kaki ke Ibukota, Maskhun juga berkeinginan bertemu langsung dengan Gus Yaqut, Ketum PP GP Ansor yang merupakan pimpinannya di Banser.

Kesempatan itu baru terlaksana kemarin karena saat tiba di Jakarta dan mengunjungi kantor GP Ansor beberapa hari lalu, Gus Yaqut tengah berada di Mesir untuk mengukukuhkan kepengurusan PC GP Ansor Mesir.

“Saya kembali bersyukur bisa bertemu langsung dengan Gus Yaqut, pimpinan tertinggi Banser. Sebelumnya saya juga sudah bertemu langsung dengan Kiai Ma’ruf dan Ketum PBNU Kiai Said. Saya juga menyampaikan harapan untuk dapat bertemu dengan Pak Jokowi,” harapnya.

Gus Yaqut menyatakan kekagumannya atas tekad kuat Maskhun menunaikan nadzar tersebut.

“Ini bukan soal jalan kakinya. Ini lebih karena tekad yang kuat, keikhlasan, dan niat yang luar biasa dari sahabat Maskhun. Kalau tidak punya tekad, ikhlasan, dan niat, nadzar ini tidak akan terwujud. Dulu ada tokoh nasional yang juga bernadzar jalan kaki dari Jogja ke Jakarta, tapi sampai hari ini tidak terjadi,” kata Gus Yaqut.

Menurut dia, nadzar dari Maskhun ini memiliki pesan tersirat yang harus ditangkap semua komponen bangsa, yakni pertarungan politik tak seharusnya mencerai beraikan warga bangsa.

“Kita ini sejak dari dulu hidup dalam perbedaan itu sudah biasa. Masak hanya karena beda pilihan politik lantas pecah. Tidak boleh. Mari hidup bersama kembali dalam keberagaman, berbeda-beda tapi tetap satu untuk Indonesia,” ucap Gus Yaqut.

Gus Yaqut berharap, kontestasi sudah usai. “Saatnya bersama membangun Indonesia dalam harmoni. Untuk itu mari kita jaga Indonesia dari segala potensi yang akan memecah belah bangsa. Ansor dan Banser akan selalu teguh pada prinsip dan nilai-nilai kebenaran. Jangan takut kepada cacian, bulian. Asal semua atas restu para kiai, jalan saja,” ujarnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini