Ansorjateng.net – PC GP Ansor Kabupaten Teluk Bintuni melaksanakan Diklat Terpadu Dasar (DTD).

DTD dilaksanakan pada tanggal 26-28 Juli 2019 di Kampung Argosigemerai SP V distrik Bintuni. Pada kegiatan kali ini diikuti oleh 76 peserta se-Kabupaten Teluk Bintuni.

DTD ini dilaksanakan di Kampung Argosigemerai SP V distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat.

Pembukaan DTD Dihadiri oleh Pimpinan Wilayah GP Ansor Papua Barat, Instruktur Nasional dari jajaran SATKORNAS Banser, Banom NU, Unsur TNI Polri DPRD, Tokoh Masyarakat, dan Rois Syuriah dan PCNU Kab Teluk Bintuni serta tokoh masyarakat. diklat ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan kader.

Karena untuk mendidik para kader Ansor menjadi pribadi berkarakter baik dan sesuai dengan aturan organisasi.

Diklat menjadi salah satu amanat organisasi dalam menciptakan kader – kader inti Gerakan Pemuda Ansor yang menjadi garda terdepan dalam menjaga para ulama, bangsa dan negara serta istikamah dalam ber-Ansor dan ber-NU.

DTD ini diharapkan mampu menciptakan kader yang militan terhadap organisasi Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai induknya organisasi.

Dalam Diklat kali ini, sejumlah pemateri didiatangkan. Di antaranya Abdul Salam Wakil Ketua GP Ansor Papua Barat dan Rifa’an Efendi Wakil Sekretaris GP Ansor Papua Barat.

Selain itu, pemateri dari Satkornas Banser yakni Hery Budhi dan dari Satkorcab Banser Kabupaten Sorong, Wira Akbar Permad.

Setelah Diklat ini, diharapkan militansi dari para kader bertambah. Baik berkaitan dengan membela NKRI maupun dalam berkhidmat di organisasi.

Berorganisasi di Ansor atau NU adalah sebuah pengabdian, sehingga dibutuhkan keikhlasan dalam menjalaninya dan lepas dari berharap materi dengan hanya menginginkan keberkahan dunia dan akhirat.

Semakin tinggi militansi kader terhadap organisasi maka semakin kuat pula semangat untuk memperjuangkan nilai-nilai Aswaja.

Tapi perjuangan harus dibekali dengan nilai-nilai yang berlaku di organisasi serta ada jiwa korsanya.

Kegiatan DTD wajib ada dalam setiap kepengurusan demi keberlangsungan semangat mengabdi untuk NU dan NKRI.

Semua kader harus melalui ini, biar jiwanya tidak goyang. Tantangan untuk mencapai tujuan tersebut, maka wajib untuk memiliki Kader kuat mental, Intelektual dan kuat Spiritual harus diwujudkan Ansor-Banser disetiap tingkatan.

Mengingat dalam perjalanannya Ansor Banser tak pernah sepi dari fitnah mereka yang benci dan tidak setuju pada konsistensi perjuangan Ansor Banser membela ulama, mempertahankan NKRI dan menjalankan nilai-nilai Aswaja.(Ansorjateng/Rifqi Gozhali)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini