ANSORJATENG.NET, KUDUS – Ada yang istimewa di Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kali ini.

Dari total 93 peserta terdiri dari 41 peserta PKD dan 52 peserta untuk Diklatsar, pada 27-28 Juli 2019, di Graha Muria Colo, Dawe, Kabupaten Kudus, terdapat satu peserta yang merupakan jajaran pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, yaitu Sahabat Azil Masykur.

Sahabat Azil, merupakan Plt Ketua Bidang Kaderisasi PW GP Ansor Jateng, yang merupakan koordinator instruktur kaderisasi di tingkat wilayah. Ia memiliki tanggungjawab kaderisasi Ansor-Banser di Jawa Tengah.

Plt Ketua Bidang Kaderisasi PW GP Ansor Jateng, Azil Masykur SH MH “kanan”

Selain itu, Sahabat Azil merupakan seorang Dosen di sebuah perguruan tinggi negeri terkemuka di Kota Semarang.

Namun, kali ini ia tak segan mengikuti kaderisasi Banser di tingkat paling dasar. Ia rela berjibaku dengan peserta lain, mendengarkan materi yang disampaikan instruktur dari tingkat Cabang, maupun wilayah, serta menaati setiap instruksi yang diberikan instruktur PKD/Diklatsar.

Di sela mengikuti Diklatsar, secara khusus, Azil mengutarakan motivasi mengikuti gemblengan ini.

Sahabat Azil, saat mengikuti Diklatsar Banser

“Ada dorongan luar biasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata untuk ikut Kaderisasi Banser. Tapi yang jelas, motivasi utama adalah ingin menjadi kader Ansor yang sempurna,” tutur Gus Azil, panggilan akrabnya.

Ia mengungkapkan, selama ini dirinya merasa belum sempurna, bahkan malu ketika berposisi sebagai seorang instruktur kemudian memakai jaket Banser, memberikan instruksi pada anggota Banser.

“Kayaknya ada yang kurang, saya merasa malu, merasa kurang enak di hati. Walaupun saya sebagai kader Ansor yang sudah PKN (Pelatihan Kepemimpinan Nasional/ kaderisasi tertinggi di GP Ansor), secara aturan bisa menjadi Instruktur di semua tingkatan kaderisasi,” ungkapnya.

Bersama peserta Diklatsar Banser Mejobo Kudus

“Dalam kegamangan hati tersebut, maka dorongan kuat saya harus ikut Diklatsar. Mudah-mudahan kedepan saya bisa SUSBALAN dan SUSBANPIM,” sambungnya.

Di sisi lain, Azil juga menyebutkan, dengan keikutsertaannya ini, sekaligus ingin meneliti menggunakan metode partisipatoris, untuk mengetahui sejauh mana kelebihan dan kekurangan proses kaderisasi di Ansor-Banser.

Motivasi yang jadi inspirasi langkahnya itu adalah, sosok Maulana Al Habib Luthfi bin Ali bin Yahya. Habib Luthfi, selalu terjun ke lapangan bergabung dengan personel Banser di Posko Pengamanan Mudik Lebaran tiap tahun di Pekalongan.

“Jadi bicara ikut Diklatsar Banser, bukan hanya soal ikut kaderisasi. Tapi ini merupakan Riyadloh yang luar biasa. Semoga dengan ini, saya dan keluarga dapat minimal menjadi debu yang menempel pada bendera NU. Sehingga hidup berkah, keluarga sakinah, anak-anak Sholih-Sholihah,” tutur Gus Azil.

“Karena saya enggak kuat Riyadloh puasa kayak sahabat-sahabat Ansor yang lain serta orang-orang zaman dulu. Jadi pengabdian ini saya niatkan Riyadloh,” ujarnya.

Ditambahkannya, keikutsertaannya dalam Diklatsar ini, dirasa ada dorongan kuat dari dalam jiwa.

“Ada dorongan luar biasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata untuk ikut Kaderisasi Banser,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jateng, H Sholahuddin Aly, mengapresiasi langkah yang dilakukan Sahabat Azil.

“Apa yang dilakukan oleh Sahabat Azil adalah bentuk totalitasnya untuk merasakan kaderisasi baik di Ansor maupun di Banser. Dengan ikut langsung bisa merasakan langsung,” tutur Gus Sholah, panggilan akrabnya.

Gus Sholah, juga menuturkan, pilihan Sahabat Azil untuk turut serta mengikuti Diklatsar Banser juga patut jadi contoh bagi kader Ansor-Banser di manapun berada.

“Jadi ini bisa jadi teladan. Meski dia sudah PKN, dia bersedia ikut Diklatsar,” tandasnya.(Ansor Jateng/Huda)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini