ANSORJATENG.NET , SEMARANG – Persebaran hoaks / kabar bohong di media sosial telah membuat Suriah hancur kehilangan keindahan dan ketentramannya.

Kerusakan tersebut terjadi akibat hoaks yang secara massif terus disebar sehingga meracuni pikiran masyarakat dan mengakibatkan warga tersulut kemarahannya pada pemerintah.

Mempelajari hoaks di Suriah yang demikian parah dari Indonesia, kaum muda diminta untuk waspada dan mencegahnya.

Dijelaskan bagaimana Suriah porak poranda akibat hoaks tentang Presiden Bashar Assad seperti fitnah Bashar Assad mengganti surat Al Ikhlas dengan Al Asad, dan fitnah lain, Bashar Assad mengaku Tuhan dan sebagainya.

Hal inilah yang menjadi jalan masuknya propaganda jaringan teroris ISIS.

Hal ini diungkapkan penulis buku Daulah Islamiyah dalam Alquran dan Assunnah, M Najih Arromadhoni saat menjadi salah satu narasumber dalam Simposium Kebangsaan yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang di Aula Balaikota Semarang, Jalan Pemuda 148, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (22/9/2019).

Selain portal media penyebar propaganda, media sosial Facebook, Twetter, Instagram, maupun berbagai aplikasi percakapan juga menjadi ajang penyebaran narasi-narasi radikalisme-terorisme.

Saking parahnya, kata Gus Najih, penyebaran hoaks tentang presiden Suriah juga turut disebar oleh media online dan pengguna media sosial di Indonesia. Lebih ironis lagi, Kominfo belum melakukan pemblokiran.

“Ada banyak portal media yang menyebarkan hoaks tersebut sampai sekarang belum ditutup oleh Kominfo,” kata Gus Najih, sapaannya.

Gus Najih membeberkan hoaks dan radikalisme selalu berjalan dalam 1 paket karena kaum radikalis-teroris berpendapat sebagai bagian dari strategi perang.

“Indonesia dianggap negara perang karena sistemnya tidak islam. Karena itu berbohong diperbolehkan sebagai strategi perang,” bebernya.

Oleh sebab itu, Gus Najih mengingatkan, permainan teknologi kaum yang memperjuangkan khilafah tidak bisa dipandang sebelah mata.

HTI bahkan sudah memiliki karikatur yang jumlah subcriber-nya ribuan dalam seminggu release perdana. Dalam dua tahun berjalan, kini sudah jutaan subcriber.

“Nusa dan Rara ini rencananya akan naik ke layar lebar,” ungkapnya.

Anggota presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Farid Zamroni juga memaparkan hal senada.

Dijelaskannya, fenomena hoaks dari sisi statistik, proses persebaran dan dampaknya bagi kehidupan bernegara.

Selain itu, Farid juga memberikan tips-tips mengenali hoaks, cek fakta, termasuk melakukan kroscek terhadap media online.

Harapkan Cyber Ansor

Ketua GP Ansor Kota Semarang, Rahul Syaiful Bahri dalam sambutannya menyatakan sinposium kebangsaan melebihi ekspektasinya. Dari daftar hadir peserta sudah jauh melebihi yang ditargetkan, yakni 500 orang.

“Peserta membludak dari jumlah yang ditargetkan semula 150 peserta,” katanya.

Padahal acara tersebut digagasnya bersama tim Cyber Ansor Kota Semarang dalam waktu yang singkat, hanya sepekan lalu. Dia berpendapat, acara semacam ini sangat diminati generasi milenial.

“Kita berharap tim cyber Ansor terus bergerak untuk mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme di dunia maya,” harapnya.

Rahul berharap, adanya saluran youtube Cyber Ansor dengan nama blendoek channel dapat memberikan nuansa tersendiri dalam bermedia sosial, utamanya di youtube.

Melalui akun resmi tersebut Cyber Ansor dapat memberikan pencerahan atau klarifikasi dan pemahaman dalam praktik hidup bernegara. “Kita tidak boleh kalah dengan para perusak NKRI,” tegasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini