ANSORJATENG.NET , DEMAK – Pengurus Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Siderojo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak menggelar mujahadah, ijazah kubro dan gemblengan massal yang diikuti oleh ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan berbagai elemen masyarakat.

Sejumlah tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan warga tumpah ruah menghadiri acara yang juga dibantu oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang sedang melakukan tugas kuliah kerja nyata (KKN) di desa tersebut. Tampak di setiap sudut jalan desa dipenuhi bendera Merah Putih serta atribut Ansor-Banser.

Ketua panitia acara, Eko Sudarsono menjelaskan, kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai respon maraknya isu radikalisme yang masih memenuhi media sosial. Dengan menggelar kegiatan tersebut, ia berharap dapat menumbuhkan jiwa patriotisme dan penguatan jati diri bangsa.

“Kelompok radikal masih jadi ancaman Indonesia. Semua elemen masyarakat, pemerintah, aparat harus bersinergi dalam melawannya,” kata Eko usai kegiatan, (Minggu, 26/1/2020).

Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua unsur masyarakat yang ada agar bersatu padu dalam menghadapi ancaman kehidupan kebangsaan tersebut. Ia juga menegaskan, Ansor-Banser siap menjadi garda depan dalam melawan oknum kelompok yang berusaha merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Di Desa Siderejo kurang lebih ada 50 sampai 100 anggota Banser yang aktif. Mereka siap bersinergi dengan aparat, pemerintah dan masyarakat dalam melawan radikalisme,” tandasnya.

Selain mengajak masyarakat, pihaknya juga mengundang organisasi lain yang sehaluan, seperti Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Depsus PGN yang siap bersinergi dengan Ansor-Banser.

Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Walisongo Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, M Kholid menambahkan, pihaknya bersama rekan-rekan KKN, dan pengurus Ansor-Banser setempat membutuhkan waktu tiga pekan dalam menyiapkan acara tersebut.

“Kami merasa bahagia dapat kesempatan terlibat langsung di acara Ansor-Banser dalam acara ini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapatkan paresiasi dan dukungan dari banyak pihak, bahkan beberapa orang yang mengajak keluarganya turut serta dalam kegiatan itu. Salah satunya, Masgono (47) yang mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama saudara dan keluarganya.

“Sebagai warga nahdliyin, saya dan warga desa senang dengan acara ini. Dalam banyak kesempatan, saya datang di acara tersebut,” katanya lugas. (arh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini