ANSORJATENG.NET, DEMAK – Belum lama ini ada kelompok masyarakat yang mendirikan keraton dengan klaim sebagai pewaris Keraton Demak.

Terkait hal itu, Ketua Takmir Masjid Agung Demak, KH Abdulloh Syifa menegaskan bahwa kelompok tersebut tidak ada kaitannya dengan Sultan Fatah atau Kanjeng Sultan Raden Abdul Fatah Al Akbar Sayyidin Panotogomo sebagai Sultan Keraton Kesultanan Demak.

Hal itu disampaikannya dalam acara Haul Agung Sultan Fatah Demak Ke-517 yang digelar pada Kamis (6/2/2020) di Alun-alun Masjid Agung Demak.

“Saat ini berkaitan dengan adanya satu klaim dari pihak yang mengaku ahli waris Sultan Bintoro Demak, ahkan membuat markas kerajaan baru dengan nama mengesankan penerus Kesultanan Demak dengan segala atribut dan gelarnya, maka dengan ini kami selaku Takmir Masjid Agung Demak, itu tidak ada hubungan dan keterkaitan dengan Kanjeng Sultan Fatah Sayyidin Panotogomo yang kita hauli pada malam hari ini,” tegasnya di hadapan puluhan ribu warga yang hadir.

Ditegaskannya, Kesultanan Demak telah berakhir setelah dipindah ke Pajang. Bahkan bekas kerajaan hingga ahli warisnya tidak diketahui.

“Kesultanan Demak telah berakhir bahkan bekas kerajaan dan ahli warisnya tidak dinampakan oleh Allah SWT. Yang ada dan paling jelas peninggalannya adalah yang kita saksikan sekarang ini yaitu Masjid Agung Demak, dan agama Islam yang tersebar di persada nusantara,” tandasnya.

Maka sebagai upaya meluruskan sejarah, Takmir Masjid Agung Demak telah menerbitkan buku sejarah Sultan Fatah hasil kerjasama dengan UIN Walisongo Semarang.

Harapannya, buku tersebut menjadi bahan rujukan bagi siapapun yang ingin mempelajarai dan meneliti mengenai Kesultanan Demak.

“Buku tersebut valid kebenarannya dan telah diuji keilmualnnya. Saat ini kami sudah mencetak buku, tapi belum digandakan,” tegasnya.(*)

Berikut Video Selengkapnya:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini