Ansorjateng.net, Kendal – PAC GP Ansor Gemuh Kabupaten Kendal menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di di MDT Ula NU 10 Tarbiyatussyibyan Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh sejak Jumat-Ahad (6-8/11/2020). Kegiatan yang diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19 ini berlangsung dengan protokol kesehatan ketat.

Dalam kegiatan ini ada 60 peserta dari Gemuh dan sekitarnya. Mereka terbagi atas dua kelas. Para peserta wajib mengenakan masker saat kegiatan, menjaga jarak peserta, serta mencuci tangan saat akan masuk ruangan. Begitu juga saat sebelum dan sesudah masuk ke dalam ruangan, mereka disemprot disinfektan oleh Banser Tanggap Bencana (BAGANA) Gemuh.

PKD bertajuk Membentuk Kader Militan Ideologi Ahlussunah Waljamaah Annahdliyah merupakan percontohan PC Ansor Kendal di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, juga bertujuan memperkuat sistem kaderisasi dan misi mempersiapkan regenerasi kepemimpinan NU san kader yang berkualitas.

“Dengan adanya PKD ini diharapkan muncul kader yang militan, yang mempunyai life skill dalam wirausaha, jiwa enterpreuner pengusaha, mempunyai keyakinan kuat yang ada dalam diri seseorang untuk mengubah dunia melalui ide dan inovasinya, jadi tidak hanya menjadi pengkader kader,” ujar H. Kasan Asyari, MPd I selaku Ketua Instruktur PKD.

Dalam PKD ini peserta mendapat asupan materi berupa keaswajaan, ke-NU-an, keindonesiaan, kebangsaan, ke-Ansor-an, dan ke-Banser-an. Selain itu materi perihal amaliyah dan tradisi keagamaan NU, manajemen keorganisasian, analisis sosial, dan juga enterpreunership.

PKD yang juga sebagai percontohan di Kendal ini butuh yang namanya penjaringan bagi setiap peserta yang hendak mengikutinya. Sebab, terdapat pembatasan jumlah peserta.

“Karena ini adalah piloting project semoga pelaksaan ini bisa sukses tanpa kendala, sebab menjadi acuan untuk acara berikutnya” tutur Ketua PAC Ansor Gemuh, Muhammad Saiful Ulum.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kendal, Misbahul Munir mengatakan, PKD sebagai jenjang awal pendidikan kaderisasi di Ansor tentu setiap peserta yang terlibat bukan sekadar orang biasa. Sebab, Ansor terbukti turut dalam mendirikan republik ini. Maka dari itu, peserta PKD sudah sepatutnya mampu mengimplementasikan nilai-nilai aswaja yang belakangan diperkuat dengan hubbul wathon minal iman.

“Ansor Banser itu sudah terbukti ikut mendirikan Republik Indonesia ini jauh sebelum merdeka tahun 1934, NKRI bukan hanya jargon belaka, tapi implementasi dari Hubbul wathon minal iman” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini