Ansorjateng.net, Kendal – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-95 Nahdlatul Ulama, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kecamatan Boja Kabupaten Kendal menggelar talkshow bertajuk Sinau NU. Kegiatan yang diadakan di rumah KH Imam Salim, Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Minggu (31/01) mengusung tema Keaswajaan dan Pengkaderan NU.

Menghadirkan beberapa Narasumber yakni H. Kasan As’ari, M.Pd.I (Ketua LDNU Kec. Boja) dan KH Imam Salim (Tokoh NU Kec. Boja). Selain dihadiri peserta dari Banom NU, acara ini juga dihadiri dari kalangan masyarakat kultural NU di Boja.
Ketua LDNU Boja menerangkan tentang pengkaderan NU dan memberikan
dasar-dasar pentingnya pengkaderan NU. “Dalam badan otonom NU, orang tidak bisa serta merta menjadi pemimpin dalam sebuah organisasi harus mengikuti jenjang pelatihan dahulu,” lanjutnya.

“Rasulullah SAW mengatakan, Ulama adalah pewaris para Nabi, disini sebagai perpanjangan lisan dari Rasulullah SAW,” ucap KH Imam Salim.

Beliau menerangkan tentang keaswajaan ahlusunnah serta menyampaikan betapa pentingnya ajaran ahlusunah di dalam kehidupan.

Kegiatan ini diadakan setelah melihat dalam era global seperti saat ini sering kali dirasakan bahwa kemrosotan moral sangat drastis sehingga banyak masalah-masalah yang selalu timbul di tengah-tengah masarakat/umat yang belum terpecahkan misalnya minimnya generasi yang baik untuk membangun bangsa lebih maju dan penuh dengan moral, serta kebingungan masyarakat awam untuk menentukan akidah yang menjadi pedoman dalam hidup.

Dalam talkshow ini diadakan sesi tanya jawab dan mendapat tanggapan atau sanggahan dari beberapa tokoh, diantaranya H. Ujang Yufriyanto (Ketua Lazisnu Boja), A Munib (Ketua PAC GP Ansor Boja), Primardianto (Kasatkoryon Banser Boja), A Tohirin ( Ketua PAC IPNU Boja), Galuh (Ketua IPPNU Boja), Athatsius (Pengamat Gerakan NU), Yasin Muntaha (Pengamat Kader NU).

(A Dhiya’udin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini