Ansorjateng.net, Demak– Kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor harus menjadi pelayan umat yang baik. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah, Fahsin M Fa’al, dalam peringatan Hari Lahir ke-87 GP Ansor di aula MWC NU Mranggen, Sabtu (24/4/2021).

Fahsin menegaskan, di usianya yang ke-87 Ansor tidak lagi bisa disebut organisasi muda, meskipun isinya para pemuda. Untuk itu, momentum hari lahir harus menjadi pengingat bahwa Ansor adalah hadimul-umah.

“Ansor harus membersamai umat. Jangan sampai organisasi yang didirikan para kiai ini abai karena tidak menjadi pelayan umat yang baik,” tegas Fahsin.

Fahsin menegaskan, baik Ansor maupun Banser tidak jarang mendapat sandungan, misalnya cacian. Akan tetapi hal itu tidak lantas menyurutkan niat untuk terus berhidmah. Semua itu hanya dinamika dalam menjalani amanat organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang diajarkan para kiai.

“Semoga kita semua diakui sebagai santrinya Mbah Hasyim,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Mranggen, Mulyani, mengatakan, dalam kesempatan hari lahir ke-87 ini pihaknya menggelar khataman Alquran 30 juz yang dibacakan oleh sejumlah kader. Hadiah pahalanya diperuntukkan kepada para pendiri Nahdlatul Ulama juga Ansor.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga digelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada pengendara yang melintas di jalan Mranggen-Kangkung.

“Ada ratusan takjil yang dibagikan kepada pengendara. Kegiatan ini bagian dari langkah kecil kami hadir di tengah masyarakat,” kata dia.

Puncak dari peringatan hari lahir yakni pemotongan tumpeng. Selanjutnya buka bersama oleh sejumlah kader Ansor dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini