Ansorjateng.net, Kendal – Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Kendal mengirimkan personelnya melakukan operasi gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal mencari anak yang dikabarkan tenggelam di aliran Sungai Kalikuto, perbatasan antara Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Batang, pada Senin (15/11) .

Kepala Satuan Khusus (Kasatsus) Bagana, Primadiyanto, setelah pihaknya menerima laporan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FRPB) Kabupaten Kendal langsung menugaskan anggotanya untuk melakukan Search And Rescue (SAR) untuk input data, assessment, dan kajian  cepat rencana operasi SAR sembari juga menunggu hasil assessment dari BPBD Kendal selalu leading sektor.

“Dari FRPB Kendal, dikabarkan ada santri dari Pondok Pesantren (PP) Al-Munawir Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang tenggelam di aliran sungai Kalikuto yang masuk pada wilayah Dusun Peniten Desa Karanganom Kec Weleri,” ucap Ndan Jefri, sapaan akrabnya.

Kronologinya pada hari Ahad (14/11) jam 16.30 WIB. 3 anak yakni FA, MLP dan MIY (survivor/laki-laki/13 tahun) menyebrang sungai Kalikuto dengan tujuan Weleri guna membeli baju, mereka bertiga berhasil menyebrang karena aliran sungai tidak deras dan dangkal. Kemudian sekira pukul 18.00 WIB mereka bertiga hendak menyebrang dari timur (Desa Karanganom Kec Weleri) saat turun ke sungai, ketiga anak tersebut langsung hanyut dan tenggelam. Dua anak berhasil menepi kembali ke arah timur dan satu anak atas nama MIY, warga dusun Rowokiyong Desa Sawangan Kec Gringsing hanyut tenggelam, lanjutnya.

Nur Subhan, relawan dari Bagana Kendal menuturkan operasi SAR hari pertama orang tenggelam dilakukan pada Senin, (15/11) dengan jumlah 30 personel relawan gabungan pada saat pagi hari.

“Pagi ada 30 personel, dibagi menjadi 3 SRU (SAR Unit, Unit yang melakukan operasi SAR di lokasi bencana), SRU 1 dan SRU 2 masing-masing menggunakan rescue boat menyisir lokasi diduga tenggelamnya survivor ke arah utara. Kemudian SRU 3 melakukan penyisiran melalui darat (tanggul) ke arah Barat,” ucap Ndan Subhan.

Sore hari, jumlah relawan yang bergabung bertambah menjadi 96 personel. Namun karena kondisi hujan lebat, para relawan gabungan diinstruksikan untuk melakukan penyisiran darat. Dan untuk Posko Induk di Sekolah Menengah Atas (SMA) Nahdlatul Ulama (NU) Al-Munawir Desa Gringsing Kecamatan Gringsing.

“Proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan dihentikan sementara sementara pukul 16.30 WIB. Dan akan dilanjutkan pencarian hari ke 2 Selasa (16/11) dimulai pukul 07.00 WIB,” ucap Susilo Budi Setiawan, anggota personil Bagana Kendal yang ikut terlibat dalam kegiatan ini.

Rencana pencarian tim akan dibagi SRU darat dan SRU air menggunakan 3 perahu milik Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Semarang, BPBD Kabupaten Kendal, dan BPBD Kabupaten Batang.

Tim Relawan yang terlibat dalam Ops SAR, Bagana Kendal bersama Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang, Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Kendal, FRPB Kabupaten Kendal, SARDA Jateng, Palang Merah Indonesia (PMI) Batang, Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kendal, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kendal dan tim relawan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini