Ansorjateng.net, Demak– Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menggelar pelatihan siber di Kompleks Masjid Agung Demak dua hari sejak Jumat -Sabtu (10-11/12/2021). Pelatihan yang dihadiri oleh perwakilan dari cabang GP Ansor yang ada di kabupaten atau kota di Jawa Tengah itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas kader dalam membuat konten di media digital maupun media sosial.

Ketua panitia pelatihan tersebut, Muhammad Nur Huda, mengatakan, sedianya pelatihan serupa sudah berjalan tiga kali. Hanya saja, untuk kali ini selain pelatihan juga menjadi ajang evaluasi dan monitoring oleh GP Ansor Jawa Tengah terhadap masing-masing cabang dalam mengelola dan memproduksi konten di media sosial.

“Sebab selama ini kami hanya berkomunikasi dengan cabang. Ajang pertemuan ini sekaligus jadi evaluasi dan monitoring kami kepada cabang,” kata Huda.

Huda mengatakan, dipilihnya Kompleks Masjid Agung Demak sebagai lokasi pelatihan karena unsur hostorinya. Pasalnya, di tempat tersebut menjadi salah satu titik peradaban Islam di Nusantara tumbuh dan berkembang.

Kemudian, Kastkorwil Banser, Mukhtar Makmun, yang mewakili Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, berujar, penekanan pada setiap kader Ansor maupun Banser agar menyajikan konten-konten Islam yang ramah, damai, dan sejuk. Apalagi kader yang tergabung dalam tim siber, tentunya juga bisa menyajikan konten-konten yang sifatnya meluruskan narasi beragama yang beredar di media digital maupun sosial yang sifatnya destruktif.

“Dalam workshop ini akan banyak materi penting. Saya harap para peserta dari masing-masing cabang bisa menyimaknya dengan saksama,” tandasnya.

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta’in Ahmad. Dalam sambutannya, dia berujar, bahwa semangat beragama saat ini mengalami pertumbuhan luar biasa. Bukan tidak mungkin pertumbuhan itu justru menggangu agama itu sendiri, lantaran semangat beragama itu sedikit banyak dipengaruhi oleh teknologi.

“Karena saking gampangnya mendapat informasi tentang agama dari perangkat teknologi. Maka dari itu dunia maya harus diperkuat, karena dunia maya lebih sadis dibanding dunia nyata,” kata dia.

Kemudian, Ketua Takmir Masjid Agung Demak, KH Abdullah Syifa, merasa tersanjung karena kompleks masjid digunakan sebagai tempat para kawula muda untuk meningkatkan kualitas diri. Peningkatan kualitas ini selaras dengan kondisi perkembangan zaman berikut teknologinya.

“Dengan ini semoga mendapat berkah, karena saya yakin tempat ini dulu digunakan para wali untuk diskusi dan jagong,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini