DEMAK – Momentum langka terjadi dalam acara Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) IV Satkorcab Banser Kabupaten Demak yang digelar pada Sabtu (19/2/2022) malam di PP Al Hidayat Krasak, Kecamatan Guntur.

Pasalnya, dalam Rakorcab Banser tersebut dihadiri Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah, Sekretaris PW GP Ansor Jateng Fahsin M Faal, dan Kasatkorwil Banser Jateng H Muchtar Ma’mun dalam waktu bersamaan. Hal ini jarang terjadi dalam berbagai kegiatan Rakorcab Banser.

Selain itu, Rakorcab IV Satkorcab Banser Kabupaten Demak juga dihadiri Rois Syuriah PCNU Kabupaten Demak KH Zainal Arifin Ma’sum, Ketua PCNU Kabupaten Demak KH Muhammad Aminuddin, Pengasuh PP Al Hidayat Krasak KH Baidlowi Misbah yang juga Dewan Penasihat PC GP Ansor Demak, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak Zayyinul Fata.

Sedangkan jajaran PC GP Ansor Demak, didahiri Wakil Ketua PC GP Ansor Mohammad Masut, Sekretaris PC Sulaiman, dan Kasatkorcab Banser Demak Teguh Ali Irfan.

Sedangkan menurut Wakil Ketua PC GP Ansor Demak Mohammad Masut, Ketua PC GP Ansor Demak Sahabat Nurul Muttaqin tidak bisa hadir karena sedang dipanggil oleh Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta.

Pengasuh PP Al Hidayat Krasak KH Baidlowi Misbah, mengungkapkan, seseorang yang menjadi kader di GP Ansor mestinya tidak sekadar berkhidmah ansich, namun harus berdasar cinta pada Jamiyah NU dan Kiai.

Ketika berkhidmah atas dasar cinta, maka dalam tiap gerak langkah menjalankan roda organisasi tidak berharap atau berientasi pada pamrih.

 “Jadi komandan Alhamdulillah, tidak ya Wasyukurillah, ini cinta, kalau atas pamrih berarti kecintaan pada ulama tidak benar karena atas pamrih.  Disapa ya siap, tidak disapa ya Alhamdulillah, kita tidak cari apa-apa. Kita yang mesti cinta kiai, bukan kiai yang harus cinta kita,” tegasnya.

Pada momentum tersebut, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah, mengungkapkan, bahwa Ansor dan Banser hari ini merupakan masa depan NU sekaligus NU masa depan. Sebab, Ansor merupakan bagian dari integral NU.

Maka, Gus Sholah berharap para kader untuk terus mengembangkan potensi diri, mengasah skil individu guna menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Kita bisa jadi penolong kalau kita punya kelebihan, kelebihan tidak hanya materi tapi bisa berupa skill. Sehingga benar-benar memberikan manfaat,” katanya.

Gus Sholah menambahkan, kader di Ansor maupun Banser memiliki beragam latar belakang. Ada yang masih ngajinya grotal-gratul, ada yang ahli hukum syariah, guru, dosen, ASN, anggota legislatif, wartawan, pengusaha, petani, dan lain-lain.

“Tapi, hari ini semuanya bangga dengan organisasi ini. Tidak ada satupun yang merasa terhina dengan organisasi ini. Maka kita berterimakasih pada muassis dan para kiai yang menggembleng kita,” katanya.

Sementara, Ketua PCNU Kabupaten Demak KH Muhammad Aminuddin berharap pentingnya sinergi antara GP Ansor dengan jajaran struktural NU di tiap tingkatan.

Selain itu, KH Muhammad Aminuddin mengingatkan bahwa berkhidmah di NU melalui Ansor adalah panggilan hidup. Maka, sebagai kader jangan pernah ragu ataupun bimbang dalam menghadapi berbagai situasi.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini