Beranda / Arsip Tag: banser jateng

Arsip Tag: banser jateng

Banser Jawa Tengah Dirikan 200 Posko Mudik 2017

  Semarang, ansorjateng.net, Menghadapi arus mudik Idul Fitri tahun 2017, Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Tengah,  mengoperasionalkan 200 Posko Mudik dengan melibatkan 5.000 personel. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu sejumlah 124 posko. Sejumlah personel Banser tersebut memiliki keahlian atau terlatih dalam bantuan lalu lintas dan …

Lanjut Membaca »

Semua Pengajian di Masjid Kajen Ditarget Diisi Dai Lulusan Pesantren

Pati, Ansorjateng.net, Momen bulan suci Ramadhan 1438 H dimanfaatkan pengurus MWC NU Kajen dengan menggelar serangkaian Safari Ramadhan ke ranting-ranting se-kecamatan Kajen. Momen Safari Ramadhan ini sekaligus menjadi ajang ta’aruf bagi jajaran kepengurusan MWC NU Kajen yang baru hasil Konferensi MWC NU Kajen pada 24 April 2017 yang lalu. Ketua …

Lanjut Membaca »

Ini Yang Membuat Ilmuwan Dunia Kagum Pada Banser

Jepang, ansorjateng.net ‎Bendera Banser berkibar di tengah-tengah penyelenggaraan “International Conference on Asian Studies” di International Christian University (ICU) of Tokyo, yang digelar Sabtu-Ahad 2-3 Juli 2016.‎ ‎ Bendera banser dikibarkan bersama oleh Hasyim Asy’ari, Ph.D. (Diponegoro University, Indonesia, yang juga Kasatkorwil Banser Jawa Tengah); Prof. Joseph M. Fernando, Ph.D. (University …

Lanjut Membaca »

Ansor Banyumas Perkuat Ideologi Aswaja Melalui Diklat Terpadu

Banyumas, ansorjateng.net, Sebanyak 66 kader Ansor dari 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kabupaten Banyumas mengikuti Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser, serta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), di MI Al- Itihad Kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Jumat-Minggu (1-3/4/2016). Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut,  Muhtasyar PCNU Banyumas KH Zaenurrohman, …

Lanjut Membaca »

Waspadalah, Mahasiswa Awam Agama Jadi Sasaran Radikalisme

Bandung, ansorjateng.net, Penyebaran radikalisme agama semakin berkembang ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa. Kelompok garis keras sengaja merekrut anak muda yang cerdas, mempunyai emosionalnya tinggi, tetapi awam pengetahuan agamanya alias tidak berbasis pesantren. Demikian muncul dalam seminar bertajuk “Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama” yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) …

Lanjut Membaca »